Ayam Charsiu: Kelezatan Merah Merona dari Negeri Tirai Bambu
Ayam Charsiu, hidangan klasik Kanton yang populer di seluruh dunia, adalah suguhan istimewa yang memanjakan lidah. Dikenal dengan warna merahnya yang khas dan rasa manis gurih yang memikat, Ayam Charsiu bukan sekadar hidangan, melainkan sebuah pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Nama “Charsiu” sendiri berasal dari cara memasaknya, yaitu “charsiu” berarti “dipanggang di atas garpu.” Potongan daging ayam tanpa tulang, biasanya bagian paha atau dada, direndam dalam bumbu istimewa selama berjam-jam, bahkan semalaman, agar bumbu meresap sempurna hingga ke dalam serat daging.
Bumbu inilah yang menjadi kunci kelezatan Ayam Charsiu. Kombinasi madu, saus hoisin, kecap manis, bubuk ngohiong (five-spice powder), arak masak Shaoxing, dan berbagai rempah lainnya menciptakan rasa manis, asin, gurih, dan sedikit pedas yang seimbang dan menggugah selera. Warna merah khasnya berasal dari penggunaan angkak, sejenis beras merah yang difermentasi, atau pewarna makanan khusus.
Proses pemanggangan dilakukan dengan cara digantung di dalam oven atau dipanggang di atas bara api, sehingga menghasilkan tekstur daging yang lembut di dalam dan sedikit karamelisasi di luar. Aroma harumnya yang menyebar saat dipanggang saja sudah cukup untuk membuat perut keroncongan.
Ayam Charsiu sering disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat, mi, atau bubur. Bisa juga dipotong-potong dan dijadikan isian bakpao atau topping nasi goreng. Di restoran Dim Sum, Ayam Charsiu seringkali menjadi bintang utama yang dipesan oleh para pengunjung.
Keunikan rasa dan aroma Ayam Charsiu menjadikannya hidangan yang istimewa untuk dinikmati bersama keluarga dan teman. Jika Anda penggemar masakan Tiongkok, Ayam Charsiu wajib Anda coba! Dijamin akan membuat Anda ketagihan dengan kelezatannya.

