Mochi, camilan kenyal dan manis yang menggoda selera, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Jepang. Popularitasnya kini mendunia, tak terkecuali di Indonesia, berkat teksturnya yang unik dan variasi rasa yang memanjakan lidah.
Mochi terbuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga halus menjadi pasta lengket. Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan keterampilan khusus untuk menghasilkan mochi dengan tekstur sempurna: lembut, kenyal, dan sedikit elastis. Tradisionalnya, mochi dibuat saat perayaan Tahun Baru Jepang (Shogatsu) sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Kini, mochi hadir dalam berbagai bentuk dan rasa. Mochi klasik biasanya berbentuk bulat kecil dan diisi dengan pasta kacang merah manis (anko). Namun, inovasi kuliner telah melahirkan berbagai varian mochi modern dengan isian yang lebih beragam, mulai dari es krim, buah-buahan segar, cokelat, hingga krim matcha yang populer. Bahkan, ada juga mochi gurih yang diisi dengan daging atau sayuran.
Salah satu daya tarik utama mochi adalah teksturnya yang khas. Sensasi kenyal saat digigit membuat mochi menjadi camilan yang menyenangkan untuk dinikmati. Rasa manis yang lembut berpadu sempurna dengan berbagai isian, menciptakan harmoni rasa yang memanjakan lidah. Tekstur dan rasa unik inilah yang membuat mochi begitu digemari oleh banyak orang dari berbagai usia.
Di Indonesia, mochi mudah ditemukan di toko kue, supermarket, atau kedai khusus makanan Jepang. Mochi seringkali menjadi pilihan camilan favorit untuk menemani waktu santai atau sebagai oleh-oleh yang unik. Dengan variasi rasa dan bentuk yang semakin beragam, mochi terus beradaptasi dan memikat hati para pecinta kuliner di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

