Sambal Mandai: Sensasi Pedas dan Asam Khas Kalimantan yang Menggugah Selera
Mencari pengalaman kuliner yang unik dan menggugah selera? Sambal Mandai adalah jawabannya! Camilan khas Kalimantan Selatan ini terbuat dari kulit buah cempedak yang difermentasi, kemudian diolah dengan bumbu-bumbu pilihan hingga menghasilkan rasa pedas, asam, dan sedikit manis yang menyatu sempurna.
Proses pembuatan Mandai sendiri cukup unik. Kulit cempedak yang tebal dipisahkan dari daging buahnya, kemudian direndam dalam air garam selama beberapa hari hingga lunak dan difermentasi. Proses fermentasi inilah yang memberikan cita rasa asam khas pada Mandai. Setelah difermentasi, Mandai kemudian digoreng atau dibakar, lalu diulek bersama cabai, bawang merah, bawang putih, terasi, dan bumbu lainnya sesuai selera. Setiap daerah di Kalimantan Selatan bahkan memiliki resep Sambal Mandai andalan masing-masing.
Rasa pedas dari cabai berpadu dengan asamnya Mandai menciptakan sensasi yang tak terlupakan. Teksturnya yang kenyal dan sedikit berserat juga menambah kenikmatan saat disantap. Sambal Mandai biasanya dinikmati sebagai lauk pendamping nasi putih hangat, ikan bakar, atau bahkan sekadar camilan di sore hari. Kombinasi rasa yang unik dan tekstur yang menarik menjadikan Sambal Mandai sebagai kuliner yang wajib dicoba bagi para pecinta pedas dan petualang rasa.
Selain rasanya yang lezat, Sambal Mandai juga memiliki nilai gizi yang cukup baik. Fermentasi pada kulit cempedak menghasilkan probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera cari dan nikmati kelezatan Sambal Mandai, cita rasa Kalimantan yang akan membuat Anda ketagihan!

