Challah Bread, Roti Istimewa Penuh Makna: Kelezatan yang Merayakan Tradisi
Challah bread bukan sekadar roti; ini adalah simbol tradisi, kehangatan keluarga, dan perayaan dalam budaya Yahudi. Dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manis yang ringan, dan bentuknya yang indah dikepang, challah seringkali disajikan saat Shabbat dan hari-hari raya Yahudi lainnya.
Roti ini dibuat dengan bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, gula, ragi, minyak, dan air. Yang membedakannya adalah teknik pembuatannya, khususnya proses mengepang adonan. Mengepang challah tidak hanya memberikan tampilan yang menarik, tetapi juga melambangkan persatuan dan kebersamaan.
Terdapat berbagai variasi challah bread, mulai dari yang klasik dengan taburan biji wijen hingga yang lebih modern dengan tambahan kismis, madu, atau bahkan cokelat. Bentuknya pun beragam, ada yang bulat melambangkan siklus kehidupan, ada pula yang panjang menyerupai kepang rambut.
Challah memiliki tekstur yang sangat lembut dan sedikit kenyal, dengan rasa manis yang pas di lidah. Roti ini nikmat disantap begitu saja, dipanggang sebentar untuk memberikan aroma yang lebih harum, atau dijadikan dasar untuk sandwich dan French toast yang lezat.
Selain kelezatannya, challah juga sarat akan makna spiritual. Tiga kepang pada challah tradisional melambangkan kebenaran, kedamaian, dan keadilan. Di beberapa komunitas, challah bahkan dianggap sebagai perwujudan berkat dan kemakmuran.
Jika Anda mencari roti yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan sejarah dan budaya, challah bread adalah pilihan yang tepat. Temukan resep challah favorit Anda, buat sendiri di rumah, dan rasakan kehangatan serta kebersamaan yang dibawanya.
Challah bread: Roti yang mengenyangkan perut dan menyentuh hati.

