Godog-godog atau Cekodok, si bulat manis yang bikin nagih! Camilan tradisional ini tak lekang oleh waktu dan tetap menjadi favorit banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa. Dikenal dengan berbagai nama di berbagai daerah, seperti Cek Mek Molek di Riau atau bahkan hanya disebut “Godo” saja, kue ini memiliki daya tarik tersendiri yang sulit ditolak.
Apa sih yang membuat Godog-godog/Cekodok begitu istimewa? Rahasianya terletak pada kesederhanaan bahan dan proses pembuatannya. Adonan dasar terbuat dari campuran tepung terigu, pisang yang sudah matang (terutama pisang kepok atau pisang uli yang memberikan aroma dan rasa yang khas), gula, sedikit garam, dan air secukupnya. Terkadang, ditambahkan sedikit baking powder untuk menghasilkan tekstur yang lebih mengembang dan ringan.
Proses memasaknya pun sangat mudah. Adonan yang sudah tercampur rata kemudian digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan. Bentuknya yang bulat-bulat kecil dan menggemaskan membuat camilan ini sangat menarik untuk disantap. Godog-godog/Cekodok biasanya disajikan hangat-hangat sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari, atau sebagai pengganjal perut di saat lapar.
Rasanya yang manis, legit, dan sedikit gurih berpadu sempurna dengan teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam. Aroma pisang yang harum juga semakin menggugah selera. Variasi Godog-godog/Cekodok pun kini semakin beragam. Ada yang menambahkan cokelat meses, keju parut, atau bahkan selai kacang untuk memberikan sentuhan modern pada camilan klasik ini. Apapun variasinya, Godog-godog/Cekodok tetap menjadi pilihan camilan yang sederhana, nikmat, dan selalu berhasil membangkitkan kenangan manis masa kecil.
