Putu Belanda: Kelezatan Nostalgia yang Memikat Hati
Siapa yang bisa menolak kelembutan Putu Belanda, kue klasik yang membawa kita kembali ke era tempo dulu? Camilan manis ini bukan sekadar kue, melainkan sepotong sejarah kuliner yang masih lestari hingga kini. Dengan teksturnya yang lembut bagai kapas dan rasa manis yang pas, Putu Belanda telah memikat hati banyak generasi.
Asal usul nama “Putu Belanda” memang menarik. Meski namanya mengandung unsur Belanda, kue ini sebenarnya merupakan kreasi lokal yang terinspirasi dari kue-kue Eropa. Resepnya kemudian dimodifikasi dan disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia, menghasilkan cita rasa yang unik dan tak terlupakan. Ada yang menyebutkan penamaan ini dikarenakan bentuk dan penggunaan bahan-bahan tertentu yang mengingatkan pada kue-kue Belanda.
Keistimewaan Putu Belanda terletak pada proses pembuatannya yang masih tradisional. Adonan dasar terbuat dari campuran tepung terigu, telur, gula, dan mentega yang dikocok hingga mengembang sempurna. Kemudian, adonan dipanggang dalam cetakan khusus berbentuk bundar dengan bagian tengah yang sedikit cekung. Setelah matang, bagian tengah kue diisi dengan vla lembut yang terbuat dari susu, gula, dan kuning telur.
Vla inilah yang menjadi daya tarik utama Putu Belanda. Teksturnya yang creamy dan rasanya yang manis membuat kue ini semakin istimewa. Taburan gula halus di atasnya menambah sentuhan elegan dan mempercantik penampilannya. Aroma harum mentega dan vanila yang menguar saat dipanggang pun mampu menggugah selera.
Putu Belanda kini semakin mudah ditemukan di berbagai toko kue, pasar tradisional, hingga kedai kopi modern. Sajian ini cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari. Bagi para pecinta kue klasik, Putu Belanda adalah pilihan yang tepat untuk bernostalgia dan menikmati kelezatan yang tak lekang oleh waktu. Jadi, tunggu apa lagi? Segera cicipi kelembutan Putu Belanda dan rasakan sendiri sensasi nostalgia yang memikat!

