Kalau lagi liburan ke Solo, pernah kepikiran nggak apa sih yang bikin kota ini selalu ngangenin? Ada yang bilang karena budayanya yang masih kental, ada juga yang jatuh hati sama keramahannya.
Tapi buat banyak orang, alasan utamanya simpel: makanannya juara!. Banyak blog travelling yang sering bahas kuliner dan wisata di Solo, salah satunya Lensaperjalanan.com yang bisa jadi referensi ringan kalau kamu pengen eksplor lebih jauh.
Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan ke Kota ini, jangan cuma sibuk hunting foto atau belanja batik. Sajian disini nggak hanya soal rasa, tapi juga pengalaman budaya yang lengkap. Yuk, kenalan dengan 10 makanan khas Solo yang bisa bikin kamu lupa pulang!
Daftar isi
1. Nasi Liwet Solo

Nasi Liwet adalah salah satu ikon kuliner Solo yang nggak boleh kelewatan. Nasi gurih yang dimasak dengan santan ini biasanya disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam, telur rebus, dan siraman areh kental. Kombinasi rasa gurih, manis, dan legitnya benar-benar bikin nagih.
Biasanya nasi liwet disantap pagi atau malam hari, dan paling enak kalau dimakan rame-rame bareng keluarga atau teman.
2. Serabi Notosuman

Kalau kamu suka jajanan manis, serabi Notosuman wajib masuk daftar.
Bedanya dengan serabi biasa, serabi khas Solo ini punya tekstur lembut di bagian tengah dan renyah di pinggirannya. Ada dua varian rasa yang terkenal: original dengan aroma santan yang kuat, dan cokelat yang manis legit.
Serabi biasanya digulung dengan daun pisang, bikin aromanya makin khas dan tradisional. Cocok banget buat oleh-oleh atau camilan sore.
3. Timlo Solo

Timlo adalah hidangan berkuah yang mirip sup, tapi dengan isian yang lebih komplit.
Biasanya terdiri dari bihun, wortel, sosis Solo, telur pindang, dan suwiran ayam. Kuahnya bening dengan rasa gurih yang segar.
Timlo sering disantap saat acara keluarga atau hajatan, tapi kamu juga bisa nemuin banyak warung timlo legendaris di pusat kota Solo. Cocok banget dimakan hangat-hangat, apalagi saat musim hujan.
4. Tengkleng Kambing

Buat pecinta kuliner pedas gurih, tengkleng kambing adalah surga!
Hidangan ini terbuat dari tulang kambing dengan sedikit daging yang direbus dalam bumbu rempah khas Solo. Rasanya gurih, pedas, dan bikin keringetan waktu makan.
Tengkleng punya sejarah panjang karena dulu dibuat dari bagian kambing yang tersisa setelah disajikan untuk bangsawan. Sekarang, tengkleng justru jadi salah satu kuliner paling dicari wisatawan.
5. Sate Buntel

Sate buntel berbeda dari sate kambing biasa. Daging kambing dicincang halus, dibumbui rempah khas, lalu dibungkus dengan lapisan lemak tipis sebelum dibakar. Hasilnya? Tekstur empuk, juicy, dan aromanya luar biasa menggoda. Rasanya gurih berbumbu dengan sedikit sensasi smoky dari arang.
Biasanya sate buntel disajikan dengan nasi hangat atau lontong, bikin kenyang maksimal.
6. Bubur Gudeg

Kalau Jogja terkenal dengan gudeg manisnya, Solo punya versi unik yang nggak kalah populer, yaitu Bubur Gudeg Solo.
Hidangan ini biasanya berupa bubur putih lembut yang disajikan bersama gudeg, areh santan kental, serta lauk tambahan seperti ayam suwir, telur pindang, dan sambal goreng krecek. Perpaduan tekstur bubur yang halus dengan gurihnya gudeg Solo bikin rasanya berbeda dari gudeg pada umumnya.
Biasanya bubur gudeg ini jadi menu sarapan favorit karena porsinya pas, mengenyangkan, dan harganya ramah di kantong.
7. Selat Solo

Selat Solo adalah versi lokal dari steak ala Belanda.
Hidangan ini terdiri dari daging sapi, kentang goreng atau rebus, wortel, buncis, telur rebus, dan acar, disiram dengan kuah manis gurih yang khas. Rasanya ringan tapi kaya bumbu.
Makanan ini dulu populer di kalangan bangsawan, tapi sekarang bisa dinikmati semua orang.
Buat kamu yang suka makanan tradisional tapi ada sentuhan western, selat Solo wajib dicoba.
8. Sate Kere

Di Solo ada satu sajian legendaris bernama Sate Kere yang lahir dari kreativitas masyarakat sederhana.
Kata “kere” sendiri berarti miskin atau rakyat kecil, karena dulunya sate ini dibuat dari tempe gembus—ampas tahu yang diolah jadi tusukan sate—sebagai alternatif daging yang mahal.
Setelah dibumbui rempah khas lalu dibakar, aromanya nggak kalah menggoda dengan sate daging. Disajikan dengan lontong dan siraman bumbu kacang gurih, sate kere kini bukan lagi makanan rakyat jelata, melainkan kuliner khas Solo yang selalu bikin penasaran wisatawan.
9. Cabuk Rambak

Cabuk Rambak adalah camilan khas Solo yang sederhana tapi unik.
Terbuat dari ketupat kecil yang disiram saus wijen (biasa disebut sambal cabuk) dan dimakan bersama kerupuk rambak. Rasanya gurih dengan aroma wijen yang khas.
Biasanya cabuk rambak dijual di pasar tradisional atau acara-acara budaya. Meski kelihatan simpel, sekali coba pasti bikin ketagihan.
10. Wedang Ronde Solo

Buat penutup yang hangat, wedang ronde Solo jadi pilihan tepat.
Minuman ini berisi bola ketan berisi kacang tanah, disajikan dalam kuah jahe yang manis pedas. Ada tambahan roti tawar, kolang-kaling, dan kacang goreng yang bikin semakin mantap.
Cocok banget diminum malam hari atau ketika cuaca dingin. Rasanya bikin badan hangat dan hati senang.
Menjelajahi Solo lewat makanan khasnya itu ibarat membaca cerita tanpa kata—setiap suapan punya makna dan sejarah tersendiri, seakan jadi alasan kenapa Solo selalu bikin rindu.
Jadi, kalau kamu berkunjung ke Solo, jangan cuma jalan-jalan, tapi juga sempatkan berburu kuliner khasnya.

