Mendoan, kelezatan khas Banyumas yang menggoda selera, bukan sekadar tempe goreng biasa. Camilan ini memiliki ciri khas unik yang membuatnya begitu istimewa dan dicintai banyak orang. Apa yang membedakan mendoan dari tempe goreng lainnya?
Rahasia kelezatan mendoan terletak pada teknik memasaknya. Tempe yang digunakan diiris tipis, kemudian dilumuri adonan tepung yang encer dan kaya rempah seperti ketumbar, bawang putih, dan kunyit. Proses penggorengannya pun tidak sampai kering, melainkan setengah matang atau “mendo” dalam bahasa Jawa Banyumas. Inilah yang menghasilkan tekstur lembut di dalam dan renyah di luar, memberikan sensasi gigitan yang memanjakan.
Aroma harum mendoan yang baru digoreng saja sudah mampu membangkitkan selera. Lebih nikmat lagi jika disantap selagi hangat dengan cocolan sambal kecap pedas yang menggigit. Sensasi pedas manis dari sambal kecap berpadu sempurna dengan gurihnya mendoan, menciptakan harmoni rasa yang tak terlupakan.
Mendoan bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari budaya Banyumas. Mudah ditemukan di warung-warung pinggir jalan, restoran, hingga acara-acara perayaan. Kehadirannya selalu menjadi teman setia saat bersantai, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menikmati sore hari. Mendoan menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan.
Kini, popularitas mendoan telah melampaui batas wilayah Banyumas. Anda bisa menemukannya di berbagai kota di Indonesia, bahkan di luar negeri. Variasi mendoan pun semakin beragam, mulai dari mendoan original, mendoan isi sayuran, hingga mendoan crispy yang lebih renyah. Namun, esensi mendoan sebagai camilan tempe goreng setengah matang dengan cita rasa khas tetap terjaga.
Jika Anda berkunjung ke Banyumas atau menemukan mendoan di kota Anda, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatannya. Rasakan sendiri sensasi gigitan yang lembut dan renyah, serta aroma rempah yang menggoda. Mendoan akan membawa Anda pada pengalaman kuliner yang tak terlupakan dan membuat Anda ingin kembali lagi.
