Juwawut : Tanaman Sumber Karbodirat Yang Terlupakan!

Juwawut : Tanaman Sumber Karbodirat Yang Terlupakan!

Jika mendengar kata Juwawut, apa yang terlintas dalam pikiran anda? Pakan burung? Makanan wong ndeso atau malah tidak pernah mendengar?

Juwawut / Jawawut / Jewawut adalah tanaman sumber karbohidrat yang juga banyak tumbuh di Indonesia seperti halnya padi atau gandum. Bahkan sebelum budidaya padi dikenal, Juwawut adalah makanan pokok di Indonesia.

Juwawut punya banyak nama di Indonesia. Di Palembang, juwawut disebut jawa, di Minangkabau disebut sakuih, Masyarakat Batak toba menyebut juwawut jaba ure, sedangkan masyarakat Batak pada umumnya menyebut juwawut dengan sebutan jaba ikur dan masyarakat Riau punya julukan jelui.

Juwawut tanaman tahan banting yang penuh nutrisi.

Juwawut terkenal sebagai tanaman yang mampu bertahan di cuaca panas bahkan bisa beradaptasi di tanah yang kurang subur. Menanam Juwawut juga tidak se-repot menanam padi. Ibaratnya, benih tinggal disebar, Juwawut bisa tumbuh. Juwawut juga tidak memerlukan irigasi seperti tanaman padi.  Juwawut juga kuat terhadap serangan hama.

Bentuk tanaman Juwawut seperti jagung tapi juga menyerupai padi. Mengutip litbang pertanian, Juwawut punya malai yang menjulur dengan panjang sekira 8-18 cm sedangkan tangkai malainya sepanjang 25-30 cm. Warna bulirnya juga bermacam-macam, mulai dari hitam, kuning, ungu, merah, sampai jingga kecoklatan. Juwawut bisa dipanen selama 75 hari.

Bagian Juwawut yang bisa diolah adalah bulirnya. Bulir Juwawut dikeringkan lalu bisa dimasak seperti menanak nasi atau diproses menjadi tepung. Sedangkan daunnya bisa digunakan sebagai makanan burung.

Kini Juwawut lebih dikenal sebagai makanan burung atau makanan ekonomi kelas bawah. Padahal Juwawut punya memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk tubuh. Bahkan kandungan protein pada Juwawut lebih tinggi dari nasi. Selain itu Juwawut juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga baik untuk penderita diabetes.

Juwawut juga bebas gluten sehingga bisa dikonsumsi untuk penderita alergi gluten atau yang sedang menjalani program diet.

5 Manfaat Juwawut

Tak hanya banyak sebutannya, Juwawut juga punya banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut manfaat juwawut yang kami rangkum dari CNN Indonesia

Baik untuk jantung dan mengontrol tekanan darah tinggi

Juwawut adalah sumber magnesium yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi resiko asma dan mengurangi resiko penyakit jantung

Memperbaiki jaringan tubuh

Fosfor dalam Juwawut bermanfaat untuk pembentukan sel tubuh. Fosfor juga termasuk komponen penting yang ada pada membran sel dan saraf.

Menurunkan resiko penyakit diabetes dan diet

Indeks glikemik yang rendah pada juwawut cocok bagi penderita diabetes. Bahkan indeks glikemik pada juwawut lebih rendah dari gandum. Kalian bisa mengolah juwawut dengan susu rendah lemak, biji-bijian dan buah-buahan seperti saat mengonsumsi sereal.

Membantu mencegah batu empedu

Juwawut kaya akan serat larut. Makanan yang kaya akan serat larut baik untuk penceranaan dan bisa mengurangi sekresi asam dalam empedu.

Mencegah resiko kanker payudara

Mengonsumsi Juwawut sama dengan melakukan diet kaya serat. Ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal kanker payudara.

Olahan tepung juwawut yang paling umum adalah bubur juwawut / bubur sekoi. Tapi, kalian juga bisa menggunakannya untuk membuat roti, kue atau menikmatinya sebagai sereal. Dengan banyaknya manfaat dan mudahnya memanam Juwawut, seharusnya tanaman ini bisa kembali menjadi primadona sebagai makanan pokok. Akhirnya, Indonesia bisa mewujudkan kemandirian pangan dan tidak perlu lagi mengimpor beras.

ResepMamiku.com