Yakitori, sate khas Jepang yang mendunia, bukan sekadar tusuk daging bakar biasa. Lebih dari itu, ia adalah perpaduan seni, cita rasa, dan tradisi yang menghasilkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Nama “yakitori” sendiri secara harfiah berarti “ayam bakar”. Namun, seiring perkembangannya, yakitori tidak hanya menggunakan daging ayam, tetapi juga bagian tubuh ayam lainnya seperti kulit, hati, ampela, bahkan tulang rawan, serta sayuran seperti bawang bombay, paprika, dan jamur.
Keunikan yakitori terletak pada proses persiapan dan pembakarannya. Daging dan sayuran ditusuk dengan bambu, kemudian dipanggang di atas bara arang *binchotan*, arang berkualitas tinggi yang menghasilkan panas stabil dan aroma khas. Teknik memanggang yang tepat sangat penting untuk menghasilkan yakitori dengan tekstur yang sempurna: bagian luar renyah, bagian dalam tetap juicy.
Rasa yakitori semakin kaya dengan penggunaan saus *tare*, saus manis gurih berbahan dasar kecap asin, mirin, sake, dan gula. Saus ini dioleskan berkali-kali selama proses pembakaran, memberikan lapisan rasa yang kompleks dan membuat yakitori semakin lezat.
Selain *tare*, yakitori juga bisa dinikmati dengan taburan garam laut atau bumbu rempah lainnya. Berbagai variasi yakitori menawarkan pengalaman rasa yang berbeda-beda, mulai dari yang manis, gurih, pedas, hingga umami. Yakitori biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka, camilan, atau teman minum sake. Di Jepang, Anda dapat menemukan berbagai jenis restoran yakitori, dari warung kaki lima hingga restoran mewah dengan koki berpengalaman.
Popularitas yakitori terus meroket di seluruh dunia. Kemudahan dalam menikmati dan keragaman rasa membuat yakitori digemari oleh berbagai kalangan. Lebih dari sekadar makanan, yakitori adalah representasi budaya Jepang yang kaya dan otentik, menjadikannya salah satu ikon kuliner Jepang yang paling dicari.