Bread pudding, atau puding roti, adalah hidangan penutup klasik yang menenangkan jiwa. Hidangan ini memanfaatkan roti sisa, menjadikannya solusi cerdas dan lezat untuk mengurangi sampah makanan. Namun, jangan salah, bread pudding bukan sekadar ‘cara menghabiskan roti’! Ia adalah hidangan istimewa yang layak dinikmati kapan saja.
Inti dari bread pudding adalah kombinasi roti yang direndam dalam custard kaya dan lembut. Roti yang digunakan biasanya adalah roti tawar, brioche, atau bahkan croissant, yang dipotong dadu dan dikeringkan sedikit. Pengeringan ini penting agar roti bisa menyerap custard dengan maksimal tanpa menjadi lembek.
Custard adalah bintang kedua dalam pertunjukan ini. Terbuat dari campuran telur, susu, krim, gula, dan vanili, custard ini memberikan rasa manis, kaya, dan aroma yang memikat. Terkadang, sedikit rempah seperti kayu manis atau pala ditambahkan untuk memperdalam rasa.
Setelah roti direndam dalam custard, adonan dipanggang hingga matang dan berwarna keemasan. Bagian atasnya akan renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan creamy. Variasi bread pudding sangat beragam. Anda bisa menambahkan kismis, buah kering lainnya, cokelat chip, kacang-kacangan, atau bahkan potongan apel karamel untuk menambah tekstur dan rasa.
Bread pudding sering disajikan hangat dengan taburan gula bubuk, saus karamel, atau whipped cream. Di beberapa daerah, bread pudding bahkan dinikmati dengan saus whiskey atau rum untuk sensasi yang lebih dewasa. Apapun pelengkapnya, bread pudding selalu berhasil memuaskan hasrat akan hidangan penutup yang hangat dan menghibur. Puding roti ini adalah hidangan serbaguna yang cocok dinikmati sebagai camilan sore, hidangan penutup setelah makan malam, atau bahkan sebagai sarapan mewah di akhir pekan.

