Kalau kamu suka masak serius, baik itu steak medium rare, ayam crispy yang matang sampai dalam, atau bikin karamel dan cokelat maka termometer dapur (termometer makanan) bukan lagi alat tambahan, tapi kebutuhan.
Banyak orang gagal masak bukan karena resepnya salah, tapi karena suhu nggak terkontrol. Nah, kali ini kita bahas rekomendasi termometer dapur terbaik, lengkap dengan jenis dan cara memilihnya.
Daftar isi
Kenapa Termometer Dapur Penting?
Banyak orang mengandalkan “feeling” saat memasak. Masalahnya, rasa dan tekstur itu sangat bergantung pada suhu internal makanan, bukan sekadar warna atau waktu masak.
Di sinilah peran termometer dapur atau termometer makanan digital jadi krusial.
Berikut alasan teknisnya:
- Steak medium rare ideal di sekitar 55–57°C
- Wajib untuk Teknik Tertentu (Deep fry, Candy / karamel, Sous vide, Slow cooking)
- Hasil Masakan Lebih Presisi
- Konsistensi Setiap Kali Masak
Tanpa alat ukur suhu, kamu cuma mengandalkan feeling. Dan di dapur, feeling sering bikin overcooked atau undercooked.
5 Rekomendasi Termometer Dapur Terbaik
Berikut jenis termometer makanan yang paling banyak dipakai, dari rumahan sampai profesional.
1. Thermometer Digital Probe (Tusuk Digital)
Jenis ini merupakan termometer makanan digital yang paling populer dan praktis. Tinggal tusukkan ke daging atau makanan, suhu langsung muncul dalam hitungan detik.
Cocok untuk:
- Steak
- Ayam goreng / panggang
- BBQ
- Air fryer
Kelebihan:
✔ Cepat dan akurat
✔ Mudah digunakan
✔ Harga terjangkau
Ini pilihan paling aman untuk pemula.
2. Thermometer Infrared (Tanpa Sentuh)
Mengukur suhu permukaan tanpa menyentuh makanan.
Cocok untuk:
- Wajan
- Minyak goreng
- Oven batu pizza
- Surface pan
Kelebihan:
✔ Super cepat
✔ Higienis
✔ Ideal untuk cek suhu minyak
Catatan: Tidak bisa mengukur suhu bagian dalam makanan.
3. Thermometer Oven Analog
Biasanya diletakkan di dalam oven untuk memastikan suhu real sesuai setting.
Cocok untuk:
- Baking
- Roast chicken
- Kue
Karena sering kali suhu oven bawaan tidak akurat, alat ini membantu menjaga konsistensi.
4. Thermometer Celup (Thermometer Cairan)
Dirancang khusus untuk cairan dengan suhu tinggi.
Cocok untuk:
- Karamel
- Permen
- Deep fry
- Selai
Biasanya berbentuk panjang dan bisa dikaitkan di panci.
5. Thermometer Daging(Thermometer Kabel)
Lihat Produk
Dipasang di dalam daging saat dipanggang, kabelnya keluar ke monitor.
Cocok untuk:
- Roast beef
- Turkey
- BBQ besar
- Smoker
Ideal untuk masak lama tanpa buka-tutup oven.
Cara Memilih Termometer Dapur / Termometer Makanan Yang Tepat
Sebelum beli, perhatikan:
1. Kecepatan baca
Idealnya <5 detik untuk digital probe.
2. Akurasi
Cari toleransi ±1°C.
3. Rentang suhu
Minimal sampai 250°C kalau untuk goreng minyak.
4. Waterproof
Supaya awet dan mudah dibersihkan.
5. Baterai & layar backlight
Penting kalau sering masak di malam hari.
Mana Yang Paling direkomendasikan?
Kalau kamu baru mulai dan ingin alat serbaguna: Pilih Thermometer Digital Probe.
Kalau sering menggoreng atau bikin karamel: Tambahkan Termometer Infrared atau Termometer Celup.
Kesimpulan
Masakan enak bukan cuma soal resep, tapi soal kontrol suhu.
Dengan bantuan termometer makanan yang tepat, kamu bisa:
- Hindari makanan kurang matang
- Jaga tekstur tetap juicy
- Konsisten setiap masak
- Mulai dari alat sederhana, tapi efeknya besar pada hasil akhir.




